Langit Biru (Kumpulan Cerpen)
Rp50.500 – Rp59.000
Author: Arya Junior Sejati Hasibuan; Hotmansoh Gajah Manik; Impana Cibro; Nadira Meylani Putri Wahyudi; Putri Rajuna; Jihan Najla Salsabila; Zahra Eka Fitriah; Robi Hidayat; Evi Susanti; Christopher Juan Matthew Oloan; Azzizah Rania Safa; Oktafia Rahma Dini; Nana Dahliati; Dhennissa; Nana Diana; Meynacasa; Nayla Gemasih; Revalina Azahra Prinawan
Editor: Nur Santy Asminaya
Publisher: USK Press
Published Date: 2026-07-29
Page Count: 183
Print Type: Book
Category: Literature
Maturity Rating: Not_Mature
Description
Di bawah langit pagi yang biru dan tenang, kehidupan sebuah desa berjalan seperti biasa. Angin berembus lembut, rumah-rumah berdiri sebagai tempat pulang, dan manusia menjalani hari dengan harapan yang sederhana. Namun, ketenangan itu ternyata hanya selubung tipis sebelum alam memperlihatkan kuasanya. Dalam waktu yang singkat, bencana datang tanpa permisi. Tanah bergetar, air menerjang, lumpur menelan, dan segala yang pernah terasa akrab berubah menjadi puing-puing kesedihan. Cerpen “Langit Biru” menghadirkan kisah tentang manusia yang berhadapan dengan kehilangan paling getir. Mereka kehilangan rumah, keluarga, kenangan, dan sebagian dari diri mereka sendiri. Desa yang dahulu menyimpan tawa kini berubah menjadi ruang sunyi yang dipenuhi tangis dan ingatan pahit. Di tengah reruntuhan itu, para korban mencoba memahami kenyataan yang terlalu berat untuk diterima, sembari mencari sisa-sisa kekuatan agar tetap bertahan. Namun, cerita ini tidak berhenti pada luka. Dari tanah yang basah oleh air mata, perlahan tumbuh keberanian untuk bangkit. Mereka yang selamat belajar menyusun kembali hidup dari kepingan yang tersisa. Dengan tangan yang lelah, hati yang remuk, dan harapan yang hampir padam, mereka tetap melangkah. Saling menolong menjadi cara untuk bertahan, sementara kenangan menjadi pengingat bahwa hidup, meski pernah hancur, masih layak diperjuangkan. Melalui “Langit Biru”, pembaca diajak menyelami makna ketangguhan manusia di hadapan bencana. Langit biru tidak lagi sekadar tanda pagi yang cerah, melainkan lambang harapan yang lahir setelah kegelapan. Meski kehidupan tak mungkin kembali sepenuhnya seperti dulu, keberanian untuk menatap masa depan menjadikan para korban sebagai simbol ketahanan, kasih, dan semangat hidup yang tak mudah runtuh.
Additional information
| Weight | 0,35 kg |
|---|---|
| Dimensions | 23 × 16 × 2 cm |
| Jenis Cetakan | Hitam Putih, Warna, Hitam Putih (Penulis), Warna (Penulis) |
General Inquiries
There are no inquiries yet.






Reviews
There are no reviews yet.